Hijab Lampung

Monday, November 30, 2015

Dosa Dibalik Jilbab Gaul

Kesadaran memakai jilbab sudah mulai berkembang di umumnya wanita muslimah di tanah air kita. Menggunakan jilbab telah bukanlah adalah barang aneh atau terlarang ditempat kerja. Tetapi, bersamaan dengan perubahan zaman serta terbukanya masa globalisasi, sangat banyak dari wanita muslim yang mau kenakan pakaian syar’i, mereka mau menggunakan jilbab, namun mereka juga mau tampak modis serta cantik. Mereka menggunakan jilbab lantaran ikuti tren atau supaya tampak “Islami”, tampak lebih anggun serta cantik, atau cuma ikutan saja. Jadi mereka juga lebih mementingkan aspek keindahannya, keanggunan serta style, tanpa ada mempedulikan telah benar atau belum jilbab yang digunakannya.
Tidak pelak, kita peroleh seseorang wanita muslim kenakan kerudung yang menutupi kepala serta rambutnya, tetapi kenakan pakaian tidak tebal serta transparan, atau ketat hingga memperlihatkan lekuk badannya. Misalnya, kepala dibalut kerudung/jilbab, namun berbaju atau berkaos ketat, bercelana jeans atau legging yang cetak lekuk badannya. (baca juga: koleksi tapis Lampung)
Fenomena inilah yang mulai menjamur serta membingungkan umumnya orang pemula, beberapa mereka berkomentar “masih mending gunakan jilbab gaul dari pada tidak pakai sekalipun!! ” yang lain berkomentar, “lho, ini kan masih juga dalam step belajar?! ”, “yang telah pakai jilbab dikomentarin selalu, namun bagaimana sama wanita yang pakai bikini? kok tidak dikomentarin? ” Serta komentar yang lain yang berkesan benar, namun sejatinya sangat-sangat jauh dari kebenaran. Lantaran seseorang muslim dituntut untuk menggerakkan agama dengan cara kaffah (keseluruhan serta prima).
Bagaimanakah Islam Melihat Hal Fenomena Ini?
Seandainya kita perhatikan, jilbab yang digunakan oleh wanita muslimah itu berbagai macam. Dapat kita untuk pada umumnya jadi 3 jenis jilbab, yakni :
– Jilbab besar,
– Jilbab umum,
– Jilbab gaul atau jilbab “funky bin jilbab nyekek leher” saja.
– Jilbab besar yaitu jilbab syar’i, yakni jilbab yang tutup semua aurat, tak jadi perhiasan serta pusat perhatian, tak tidak tebal, tak ketat, tak mirip lelaki, tak mirip wanita-wanita kafir, tak berparfum serta bukanlah termasuk juga baju syuhrah. Baju syuhrah yaitu tiap-tiap baju yang digunakan dengan maksud untuk mencapai popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik baju itu mahal (yang digunakan seorang untuk berbangga dengan dunia & perhiasannya) ataupun baju yang bernilai rendah (yang digunakan seorang untuk memperlihatkan kezuhudannya serta dengan maksud riya’). (Imam Asy Syaukani dalam Nailul Athar II/94)
– Mengenai jilbab umum yaitu sama juga dengan diatas, tetapi dengan ukuran yang tengah, tak sebesar jilbab diatas. Hukum jilbab seperti ini yaitu tak kenapa, asal sifat-sifat yang ada pada type pertama (tutup semua aurat, tak jadi perhiasan serta pusat perhatian, tak tidak tebal, tak ketat, tak mirip lelaki, tak mirip wanita-wanita kafir, tak berparfum serta bukanlah termasuk juga baju syuhrah) masih tetap dapat dipertahankan.
– Sedang jilbab gaul yaitu jilbab yang lagi booming saat ini. Contoh-contohnya :
Ada yang menggunakan kerudung dengan bawahan rok yang cuma sebetis/jadi kain yang digunakan berbelah di depan (split). Ada yang cuma mengikatkan kerudung pada kepala tanpa ada tutup dada. Ada yang menggunakan bawahan cuma ngepas pada mata kaki serta tanpa ada kaos kaki. Ada pula yang menggunakan pakaian berlengan panjang sampai pergelangan tangan tanpa ada decker/kaos tangan, hingga bila diangkat tangannya jadi bakal tampak perhiasan yang ada di tangannya. Ada yang gunakan kerudung namun untaian rambutnya lebih panjang dari pada kerudungnya ada yang gunakan kerudung “saringan tahu” lantaran karena sangat tipisnya hingga rambut serta ikat rambutnya tampak terang. Ada yang gunakan jilbab dengan corak warna yang mencolok hingga dapat mengambil perhatian seputar terlebih laki-laki. Ada yang menghiasi jilbab dengan renda serta asesoris yang mencolok seperti bros, yang paling akhir, ada yang jilbab “nyekek leher” lantas luarnya ditambah kerudung/kain yang tidak sama warna dengan yang didalam, yang tampak seperti “Biarawati Nasrani” …wal iya dzubillah.
Untuk wanita muslimah yang menggunakan jilbab type ketiga ini, apakah dapat disebutkan telah cukup serta lebih “mending” serta baik dari pada yg tidak gunakan sekalipun?
Jawabannya, malah mungkin saja wanita itu berdosa lantaran tidak mematuhi beberapa batasan syari’at perihal jilbab serta baju muslimah. 

Sumber:

http://berita-new.tk/
Share This

No comments:

Post a Comment

Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates