Hijab Lampung

Wednesday, December 30, 2015

Reaksi Cepat Pada Kecelakaan

Pertolongan Pertama Saat Cedera

Ketika mengalami cedera dalam berolahraga, dapat terjadi pada beberapa jaringan, yakni tulang dan sendi, serta otot dan ligament. Dua kondisi cedera tersebut penanganannya pun berbeda-beda.

Protection
Ketika terjadi cedera, gunakan alat yang berfungsi untuk melindungi bagian tubuh yang cedera. Alat bantu yang bisa dipakai sebagai pelindung, di antaranya perban elastis, ankle brace, atau gips.

Rest
Apabila mengalami cedera saat berolahraga sebaiknya langsung beristirahat dan jangan memaksakan untuk melakukan kegiatan olahraga. Jika terus dipaksakan maka cedera akan semakin parah dan dapat merusak jaringan otot maupun jaringan lainnya.

Ice
Pada cedera olahraga, akan ada risiko pendarahan karena rusaknya pembuluh darah. Untuk itu, disarankan mengompres bagian yang cedera dengan es batu. Es memiliki sifat analgesic yang dapat meredam rasa sakit dan dapat mengecilkan pembuluh darah yang rusak. Namun, pemberian es pada cedera sebaiknya dilapisi dengan kain agar tidak langsung bersentuhan dengan kulit yang dapat menyebabkan alergi.

Compression
Compression yakni menutup dan menekan lokasi cedera dengan kasa atau perban. Tindakan ini dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pembengkakan.

Elevation
Mengangkat daerah yang cedera lebih tinggi dari jantung si penderita cedera. Hal ini sebaiknya diulangi setiap dua hingga tiga jam sekali guna melancarkan kembali aliran darah yang sempat mengalami pembengkakan akibat cedera.

Republika 4 November 2015


Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, kunjungi 
www.rumahtapis.blogspot.com


Tips Awet Muda

Rahasia Tetap Sehat Dan Awet Muda

Usia 40 tahun adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi kesehatan dan membuat rencana jangka panjang.

Memiliki tubuh yang sehat dan selalu tampak awet muda menjadi dambaan banyak orang. Namun demikian, ketika usia semakin bertambah, kemunculan tanda-tanda penuaan tetap saja tidak dapat mereka hindari. Tidak itu saja, menurunnya kualitas kesehatan tubuh kadang juga ikut menghantui kehidupan mereka.

Setelah menginjak usia 40 tahun, umumnya orang-orang akan menjadi rentan terkena bermacam-macam penyakit. Berbagai jenis penyakit degenerative, seperti penyakit jantung, stroke, darah tinggi, kencing manis, dan osteoporosis, pun mulai mengintai mereka.

Ditambah lagi dengan berbagai kesibukan yang banyak menyita pikiran dan tenaga, semisal, urusan kantor, membesarkan anak, dan sebagainya, cenderung membuat orang malah mengabaikan kesehatan diri sendiri. Masalah kesehatan yang kecil sekalipun dapat menjadi ancaman besar jika tidak segera diatasi.

Program kesehatan yang serius sudah harus dimulai sejak usia 40 tahun. Untuk menjalani program tersebut, dibutuhkan perubahan gaya secara drastic. Antara lain, dengan menerapkan pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan menghentikan segala kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan.

Mereka yang rajin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan mempunyai gaya hidup yang benar akan tampak awet muda, sehat, bugar, dan kuat pada usia emas.

Untuk menerapkan pola makan sehat, orang-orang perlu menghitung seberapa banyak kalori yang mereka konsumsi setiap harinya. Mulai dari kalori yang terdapat pada makanan pokok, lauk pauk, sayur-mayur, buah-buahan, camilan, hingga minuman.

Asupan kalori yang masuk ke tubuh tidak boleh melebihi kebutuhan harian. Untuk pria dengan usia antara 25-51 tahun, kebutuhan kalori maksimumnya adalah sebanyak 2.500 kilokalori (kkal) per hari. Sementara, untuk wanita dalam rentang usia yang sama, batas asupan kalori harian mereka hanya 1.900 kkal per hari.

Jika jumlah kalori yang masuk ke tubuh kita setiap harinya selalu melebihi dari yang dibutuhkan, itu bisa menimbulkan kegemukan, bahkan obesitas. Jika sudah begitu, berbagai macam penyakit pun akan mudah menyerang kita.

Ada banyak keuntungan yang didapat seseorang dengan membiasakan pola makan yang sehat. Di antaranya adalah membuat senyum jadi lebih berseri, mengurangi tingkat stress, memperoleh perut yang langsing, tidak memiliki banyak kerutan di wajah, meningkatkan daya piker, dan mempunyai semangat kerja yang lebih baik.

Selain itu, orang yang terbiasa makan sehat rata-rata juga memiliki penampilan yang lebih baik daripada mereka yang tidak menjaga pola makannya.

Selain memerhatikan asupan kalori harian, berolahraga secara teratur juga dapat membuat orang awet muda. Berolahraga dengan rutin akan memperlancar metabolisme yang secara tak langsung dapat memperlambat proses penuaan. Tidak hanya itu, berolahraga selama 15 menit setiap hari dapat membakar 750 kilokalori yang berarti cukup efektif untuk membuang lemak berlebih pada tubuh kita.

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan berolahraga secara teratur. Beberapa di antaranya adalah mencegah kepikunan dini, menurunkan rasa cemas, meningkatkan daya ingat, dan membantuk meningkatkan rasa percaya diri. Di samping itu, berolahraga teratur juga membuat kita lebih energetik dan produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Perubahan usia juga membuat metabolisme tubuh seseorang melambat, termasuk salah satunya adalah metabolisme lemak. Kondisi tersebut membuat lemak lebih mudah menumpuk di tempat-tempat tertentu, seperti perut, paha, dan lengan.

Metode yang paling baik untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengombinasikan diet dan olahraga secara teratur.

Republika 21 Desember 2015


Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, kunjungi 
www.rumahtapis.blogspot.com


Keroposan Tulang Pada Anak Muda

Remaja pun Bisa Terkena Kerapuhan Tulang

Meski prevalensinya lebih banyak terjadi pada wanita, pria pun bisa terkena penyakit tulang rapuh yang mematikan.

Tidak banyak yang tahu bahwa tulang manusia ternyata memerlukan nutrisi dan vitamin agar kepadatannya tetap terjaga saat memasuki usia lanjut. Apabila hal ini tidak diperhatikan maka kemungkinan besar tulang akan mengalami pengeroposan dan kerapuhan sehingga menyebabkan osteoporosis.

Osteoporosis merupakan penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kualitas dan kepadatan massa tulang. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan menyebabkan terjadinya risiko patah tulang.

Gejala osteoporosis sering diabaikan oleh pasien karena tidak ada gejala spesifik. Gejalanya dapat berupa nyeri pada tulang dan otot, terutama sering terjadi pada punggung. Kondisi patah tulang ini umumnya terjadi pada tulang belakang, panggul, atau pergelangan.

Data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) menunjukkan, meski pun prevelensinya lebih banyak terjadi pada wanita, pria juga dapat terkena osteoporosis. Menurut organisasi osteoporosis dunia, osteoporosis adalah salah satu penyakit tulang yang bisa dikategorikan sebagai silent killer atau penyakit mematikan yang patut diantisipasi.

Dalam kehidupan, tulang kita memerlukan nutrisi yang tepat untuk tetap kuat dengan melakukan diet kaya nutrisi yang mengandung cukup kalsium, konsumsi vitamin D, protein, dan mikronutrien, misalnya, vitamin K, magnesium, dan zat besi.

Selain itu, gaya hidup sehat, olahraga yang cuku, dan pengobatan osteoporosis bagi mereka yang berisiko tinggi juga dapat membantu membentuk kesehatan tulang yang baik dan pencegahan osteoporosis.

Penyebab osteoporosis ini beragam, mulai dari faktor genetic, aktivitas, makanan, dan penyakit degenerative yang memicu osteoporosis.

Osteoporosis merupakan masalah kesehatan dunia. Para penderitanya juga tak lagi hanya lanjut usia, namun juga anak muda atau remaja. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat tentang osteoporosis menjadi faktor lain yang memperparah keadaan.

Saat ini banyak pasien usia 17 tahun sudah terkena osteoporosis. Minimnya olahraga dan gaya hidup yang tidak terkontrol dengan konsumsi makanan tidak sehat dan seimbang menjadi faktor penyebab utama.
Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk hampir 150 juta jiwa. Diperkirakan 2050, 28,7 persen laki-laki dan 32,3 persen perempuan terkena osteoporosis.

Sebagai silent killer, tidak banyak yang menyadari bahwa osteoporosis diam-diam sangat berbahaya bagi jiwa. Untuk itu, masyarakat perlu mengetahui akan pentingnya nutrisi bagi tulang dalam pencegahan osteoporosis di kemudian hari.

Osteoporosis memang tidak terasa. Kita harus sadar akan pentingnya osteoporosis dengan melakukan gerak badan, olahraga, dan tentu saja mengonsumsi makanan sehat. Osteoporosis ini salah satunya juga disebabkan rendahnya kalsium. Sumber kalsium tersebut bisa didapat dari makanan ataupun non makanan, seperti susu, vitamin, dan obat.

Untuk itu, pencegahan osteoporosis memag harus dimulai sejak dini, sejak bayi berkembang di dalam rahim, dan masa kanak-kanak, hingga remaja. Sehingga, nantinya ketika memasuki usia lanjut, setengah dari massa tulang seseorang dapat terakumulasi dengan baik.

Salah satu cara yang tepat guna mengantisipasi osteoporosis adalah dengan melakukan olahraga ringan, seperti jogging. Perenggangan otot ketika berolahraga dapat mempercepat masuknya kalsium dari makanan yang dimakan ke dalam tulang.

Bila kebiasaan hidup sehat sudah berjalan, konsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D juga tak kalah penting untuk dilakukan. Apalagi, di usia 20-25 tahun, wanita mulai mengalami penurunan jumlah kalsium. Hal ini bisa diperparah dengan jumlah persalinan yang dijalani.


Republika 9 November 2015


Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, kunjungi 
www.rumahtapis.blogspot.com

Usia yang Cocok Untuk Sunat

Saat Tepat Untuk Disunat

Tradisi di Indonesia biasanya mewajibkan anak laki-laki disunat pada usia mulai dari enam tahun ke atas. Padahal, sunat bagi anak laki-laki sudah dapat dilakukan pada usia balita, bahkan bayi.
Di beberapa negara eropa kebanyakan sudah menyunat anak laki-lakinya ketika mereka berusia lebih dari tiga hari. Umur sekian dipilih karena mereka percaya, proses sunat ketika beranjak dewasa justru jauh lebih sakit.

Sunat boleh dilakukan ketika anak laki-laki masih bayi. Tapi, di Indonesia dan Malaysia masih memiliki tradisi menyunat pada saat anak berusia sekolah. Ini sah-sah saja. Semua hanya berkaitan dengan tradisi.

Sunat pada anak bayi dan balita, menurutnya disarankan menggunakan teknik klem. Karena, teknik ini dianggap dapat mengurangi rasa sakit dan minim sayatan sehingga meminimalisasi anak menjadi rewel akibat kesakita ketika selesai disunat.

Sementara itu, batas maksimum yang disarankan oleh dokter bagi laki-laki untuk disunat adalah usia 26 tahun. Jika lebih dari usia tersebut, dikhawatirkan resikonya lebih besar dan dokter pun sulit untuk melakukan tindakan.

Laki-laki yang berusia 26 tahun umumnya sudah mengalami fase ereksi. Nah, ereksi tersebut membuat jaringan kulit tertarik. Otomatis membuat dokter juga sulit melakukan tindakan.

Namun, berbeda dengan anak laki-laki usia bayi, balita, dan usia sekolah. Jika laki-laki usia 26 tahun itu hendak disunat, dokter menyarankan sebaiknya mereka menggunakan teknik beda konvensional. Apabila dipaksakan menggunakan teknik klem, dikhawatirkan penis tidak muat masuk ke dalam tabung dan hanya akan memperbesar resiko terjadinya infeksi.

Namun, secara keseluruhan, proses sunat ini menyehatkan bagi laki-laki agar dapat terhindar dari penyakit seksual berbahaya, seperti HIV dan kanker penis.

Sumber:
Republika 23 Desember 2015 Hal 23


Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, kunjungi 
www.rumahtapis.blogspot.com



Terapi Kesehatan Jiwa

Sehat Jiwa Dengan Puasa

Dalam kitab “mizan al-‘amal”, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa psikologi atau ‘ilm al-nafs pada hakekatnya bertujuan melatih jiwa dan mengendalikan hawa nafsu. Oleh karena itu, mempelajari ilmu ini adalah wajib. Sebab melalui ilmu ini cara-cara penyucian jiwa dapat dicapai. “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu.” (QS. 91:9)

Sedangkan mengabaikan ilmu ini akan berakhir dengan kerugian. “Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori jiwanya.” (QS. 91:10)

Sakit jiwa lebih parah dibanding sakit fisik. Penyakit fisik hanya merenggut kehidupan yang fana, sementara penyakit hati menyebabkan kehancuran pada kehidupan yang abadi. Maka perhatian terhadap kaidah-kaidah penyembuhan sakit jiwa harus lebih diutamakan.

Pada intinya tazkiyah al-nafs difokuskan untuk mengarahkan tiga kekuatan dalam diri manusia, yaitu kekuatan fikir, kekuatan syahwat, dan kekuatan amarah. Fokus pertama adalah pembinaan kekuatan fikir. Terbinanya potensi fikir membuka manusia meraih hikmah. Dengan hikmah, manusia tidak lagi mencampuradukkan antara keimanan pada yang hak dan yang batil, antara perkataan yang benar dan dusta, antara perbuatan yang terpuji dan tercela. Hikmah juga menjaga akal manusia agar tidak terjerumus ke dalam limbah relativisme dan belantara purba sangka dalam berislam.

Fokus kedua ditujukan pada pengarahan kekuatan syahwat. Dengan terarahnya potensi ini, maka tercapailah kesederhanaan jiwa (iffah). Iffah akan membentengi manusia dari perbuatan maksiat dan senantiasa mendorongnya untuk mendahulukan perilaku yang terpuji. Ketiadaan iffah akan menggelincirkan manusia sebagai penyembah syahwat. Jiwa yang terkotori hawa nafsu dan akhlak tercela akan membuka bagi pintu-pintu setan, sehingga akalnya pun selalu diarahkan untuk berkhidmat kepada nafsu dan membuat makar. Ini karena kabut hitam telah menyelimuti kalbu dan memadamkan cahaya iman, sehingga tidak menyisakan ruang untuk bertafakur. Fokus ketiga diarahkan untuk mengendalikan kekuatan amarah hingga tercapainya kesabaran dan keberanian. Maka orang yang telah berhasil mengelola ketiga kekuatan di atas, niscara akan bersemai sifat adil dalam jiwanya.

Hasil Terapi Tiga Potensi Manusia

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. 49:15)

Iman kepada Allah dan rasul-Nya pada ayat di atas disertai dengan menafikan keraguan. Dan keraguan hanya bisa dinafikan dengan adanya keyakinan ilmu dan hikmah yang diperoleh dari pembinaan terhadap potensi fikir. Sedangkan berjihad dengan harta terlaksana berkat iffah yang lahir dari manajemen potensi syahwat. Berjihad dengan jiwa, tidak terlaksana kecuali adanya keberanian dan kesabaran yang merupakan buah pengendalian potensi amarah.

Dengan demikian, jiwa yang sehat menurut Imam Al-Ghazali adalah jiwa yang dihiasi denan empat induk kesalehan, yakni hikmah, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Beliau menjelaskan bahwa kerelaan memaafkan orang yang telah menzaliminya adalah kesabaran dan keberanian yang sempurna. Kesempurnaan iffah terlihat dengan kemauan untuk tetap memberi pada orang yang terus berbuat kikir terhadapnya. Sedangkan kesediaan untuk tetap menjalin silaturahmi terhadap orang yang sudah memutuskan tali persaudaraan adalah wujud dari ihsan yang sempurna.

Sebaliknya, ciri-ciri jiwa yang sakit adalah kosongnya jiwa dari keempat induk kesalehan di atas. Sakit jiwa bukan sekedar hilangnya akal, tetapi ia juga hilangnya ketaatan pada Sang Khaliq. Jikwa yang sehat adalah yang dimakmurkan ketakwaan, disucikan dengan riyadhah, jauh dari keburukan akhlak serta memotivasi akal untuk menyelami rahasia kebajikan.

Maka dengan ketiadaan setan yang mengitari kalbu manusia, peluang merasakan keagungan Allah dalam diri setiap manusia semakin terbuka lebar.


Republika 18 Juni 2015


Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, kunjungi 
www.rumahtapis.blogspot.com

Tidak Selamanya Kanker

Selamanya akan Kanker? Tentu Tidak

Kanker usus wajib dicegah oleh setiap orang, karena tidak sedikit kematian disebabkan penyakit tersebut. Sama seperti penyakit sistemik, kanker usus juga diam-diam dapat menjadi pembunuh yang dapat menelan korban jiwa.

Kanker usus tidak mudah untuk disembuhkan, tak jarang kebanyakan pasien yang melakukan operasi banyak yang malah kankernya menjalan ke organ vital lainnya. Walau tak jarang pula yang berhasil sembuh dan bertahan hidup.

Kesembuhan tiap pasien penderita kanker memang berhantung dari tingkat stadiumnya. Namun sejauh ini memang belum ditemukan adanya pasien yang terbebas dari jeratan penyakit kanker yang menyerang organ tubuh manapun.

Once cancer, forever cancer. Tapi semua itu bergantung bagaimana individu tersebut merawat tubuh dan kesehatannya. Walau menderita kanker, banyak pula orang yang berhasil survive pascaoperasi dengan tetap menerapkan pola hidup sehat dan tidak stress.

Pola hidup sehat dan mengatur pola piker agar tidak stress sangat penting bagi penderita kanker. Hal ini berguna meningkatkan kualitas hidup mereka agar lebih baik dan kesempatan untuk hidup lebih panjang. Banyak orang berpikir bahwa jika sudah terkena kanker, hidupnya tidak akan lama lagi, padahal tidak sesederhana itu.

Stadium si penderita kanker sangatlah menjadi penentu umur. Maka itu penting untuk mendeteksi dini tentang stadium kanker seseorang jika sudah didiagnosis kanker, termasuk untuk kasus kanker usus.

Menurut data WHO, 50 persen penyakit kanker dapat disembuhkan secara kuratif tanpa kambuh lagi. Masalahnya adalah masyarakat Indonesia belum paham betul mengenai manfaat deteksi dini penyakit kanker melalui medical check up. Sedangkan gejala awal kanker kadang tidak disadari oleh para penderitanya.

Republika 31 Agustus 2015 Hal. 24


Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, kunjungi 
www.rumahtapis.blogspot.com


Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates